Setelah sekian tahun mengabdikan diri menjadi salah satu staff di Puskesmas Punggur kec. Sungai Kakap Kab. Kubu Raya Kalimantan Barat, akhirnya saya harus mohon diri untuk melanjutkan pendidikan di Universitas dimana saya dulu mengenyam pendidikan S1. Tidak pernah terbayangkan olehku akan kembali ke bangku kuliah, tetapi siapa yang tahu rencana manusia atas kehendak tuhan tentunya. Setelah melalui proses perijinan untuk kuliah atas biaya sendiri, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar tanpa proses yang berbelit dan panjang. Setelah melewati perenungan dan perencanaan yang matang serta diskusi dengan suami tentunya. Ada rasa kehilangan kebersamaan bersama teman2 di Puskesmas tentunya, karena disitulah saya pertama kali bekerja dan disitu pula saya mendapat kesempatan mempraktekkan ilmu yang saya miliki. Disitu pula saya berkesempatan mengenal lebih dekat tentang berbagai macam masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat kita khususnya golongan menengah kebawah. Sudah sekitar 3 pimpinan yang datang silih berganti memimpin kami, silih berganti juga teman2 yang datang dan mutasi, dan silih berganti peristiwa2 yang sudah banyak saya alami disitu. Ternyata dunia kerja sangat jauh berbeda dengan dunia kuliah. Terima kasih yang tak terhingga untuk teman2 ku disana, terima kasih sudah sedemikian baik menerima saya, mudah2an kita diberi kesempatan dilain waktu untuk bertemu lagi dalam kerjasama yang tentunya lebih baik...amien...
Selengkapnya....
Tuesday, July 28, 2009
Monday, July 27, 2009
Jalan-jalan Sendiri
Setelah mengikuti ujian PPDGS Unair pada tangg
al 6-7 Juli 2009 kemarin, sambil menunggu hasil pengumumannya saya menyempatkan diri untuk sekedar berjalan2 melepas rasa penasaran saya pada jembatan Suramadu yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura. Setelah melewati proses pengerjaan yang lama, jembatan yang dibangun pada pertengahan tahun 2002 pada masa pemerintahan presiden Megawati Soekarno Putri dan dire
smikan oleh presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 selesai akhirnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Panjang jembatan yang merupakan jembatan terpanjang se Asia Tenggara ini tepatnya sekitar 5,438 km ( wow...panjang juga ya!!!). Begitulah walaupun belum bisa melewati Golden Gate bridge di California yang menghubungkan antara kota San Fransisco dengan kabupaten Marin, California namun saya sudah cukup berbangga hati bisa melewati Suramadu. Perlu di ketahui, ternyata Suramadu Lebih panjang dibandingkan Golden Gate yang cuma2,227 km tersebut. Walaupun Jembatan ini di bangun dengan bantuan dan dikerjakan oleh te
naga ahli dari negeri bambu (jadi mana peran para insinyur kita???!!), tetap ada rasa bangga juga mempunyai Suramadu. Untuk melewatinya kita perlu membayar 30 rb untuk mobil, jadi pulang pergi 60 rb, mahal juga ya??!! Namun sangat disayangkan setelah mencapai Madura tidak ada atau belum ada pemandangan menarik yang bisa dilihat atau tempat rek
reasi yang bisa dikunjungi selain tanah disana yang kering, jadi begitu sampai keseberang akhirnya kita hanya mencari tempat putar mobil untuk kembali ke Surabaya. Mudah2an kedepan sudah ada hal yang menarik yang bisa di suguhkan oleh pemerintah setempat, karena jembatan ini merupakan salah satu obyek wisata yang menarik juga. Yang menarik lagi adalah membandelnya para penyeberang yang memarkir kendaraan mereka untuk sekedar mengambil gambar, sebenarnya hal itu dilarang karena bisa mengakibatkan kemacetan lalu lintas disana. Bahkan bisa2 para pengendara tersebut kena tilang jika masih melanggar ketentuan yang ada. Tapi mau bagaimana lagi, rasa ingin mengabadikan moment selama berada di atas jembatan itu membuat saya tetap nekat juga mengambil gambar di sana (melanggar koq bangga!!),toh
saya hanya sebentar saja dan kebetulan lalu lintas sedang sepi2nya. Pada saat melewati titik tertinggi dari jembatan itu kita bisa melihat pulau Madura dari kejauhan dan begitu juga sebaliknya, ketika dari Madura kita bisa melihat Surabaya. Mungkin lebih indah jika kita lihat di malam hari, karena disertai dengan sinar lampu2 yang ada. Begitulah pengalamanku selama melewati Suramadu, yang pada saat kampanye pilpres kemarin juga tak lepas untuk menjadi rebutan tentang cermin keberhasilan para capres tersebut. Yang jelas mudah2an Suramadu tetap terjaga dan terawat keberadaannya sehingga menjadi aset yang selalu bisa dibanggakan. Selain ke Sur
amadu saya juga berkunjung ke kebun teh Wonosari Lawang, sayangnya anak2 tidak ikut jadi rasanya masih ada saja yang hilang. Disana kita bisa menikmati sejuknya udara dan indahnya pemandangan perkebunan teh serta berkeliling kebun dengan mengendarai kereta yang disediakan dengan membayar tarif 5 rb per orang. Selain itu disediakan area berenang baik itu air dingin dan air panas, kita juga bisa mencoba mengendarai kuda, dan juga menyewa tempat untuk berkaraoke atau berkeliling taman bermain dengan menyewa mobil2an kecil dengan tarif
10 rb per mobil (sayangnya saya tidak memiliki gambarnya). Cukup mengasyikkan sebagai salah satu alternatif tempat berlibur bersama keluarga, kita bisa hanya sekedar duduk2 santai sambil menikmati jagung bakar aneka rasa, sekedar makan makanan yang disediakan oleh kantin yang ada dan selain itu bisa membawa pulang oleh2 teh produksi Wonosari yang disediakan koperasi pabrik teh tersebut. Di koperasi itu kita bisa membeli berbagai macam rasa teh khas wonosari dengan harga yang bervarisai dan tidak mahal. Hanya saja akses menuju kesana saya rasa kurang lebar saja jalannya, sehingga agak susah juga untuk 2 mobil saling berpapasan, mesti bersabar dan berhati2, serta pemandangan menuju kesana kurang mendukung karena sudah penuh sesak dan padat oleh rumah2 penduduk Namun jika nanti pulang ke Sidoarjo lagi saya tetap berencana mengajak suami dan anak2 kesana. Pulang dari Wonosari saya menyempatkan diri menengok d
anau lumpur Lapindo, setelah beberapa kali saya pulang baru kali ini saya bisa menengoknya, saya tiba di Porong menjelang maghrib jd suasana sudah mulai gelap. Untuk naik ketanggulnya kita perlu memberikan sumbangan sebesar 5 rb per orang. Cukup tinggi juga tanggul yang kita naiki sekitar 6 meter mungkin, dari seberang jalan sudah tercium bau gas yang begitu menyengat. Setelah kita mencapai bibir tanggul, terhampar danau yang lebih mirip lautan karena pa
ndangan kita bebas tak melihat tepian danau, seperti berada ditepi laut. Pusat semburan masih terlihat aktif mengeluarkan isi bumi, lumpur Lapindo sudah berumur sekitar 3 tahun lebih. Kita tidak tahu sampai kapan akan berhenti. Bahkan daerah diseberang lumpur ini sudah muncul semburan baru dirumah salah satu warga ( sangat mengerikan membayangkan seandainya semburan itu terus meluap dan tidak bisa dihentikan). Demikian jalan2 yang sudah aku lakukan bersama ke2 orang tuaku selepas ujian yang sudah aku tunggu2 selama ini, sambil menyelam minum air walaupun tanpa anak2 dan suami........
Selengkapnya....
Sisi Lain.....
Pernah aku membaca di sebuah koran, masa2 ketika presiden Saddam Husein berada dalam tawanan pemerintah Amerika. Saat di dalam penjara, dia rajin merawat hewan2, yang ada di sekitarnya antara lain memberi makan burung2 yang kebetulan hinggap di halaman penjara. Hal ini seperti yang diceritakan seorang perawat wanita yang sehari2melayani Saddam Hussein, bagaimana dia melihat sosok presiden Irak yang begitu ditakuti dan juga tak segan2 membunuh bahkan keluarganya sendiri sekalipun, ternyata memiliki rasa kasih kepada hewan2 yang ada. Dan Sumiarsih yang merupakan otak dari pembunuhan keji juga memiliki rasa kasih yang tinggi dan kesabaran sehingga mampu merawat tanaman yang ada di penjara, membuat kerajinan tangan. Setiap orang pada dasarnya memiliki sisi baik, disetiap sisi buruk yang selama ini ia perlihatkan. Andai sisi buruk setiap orang bisa dikendalikan, sehingga sisi baik saja yang dimunculkan, alangkah damainya hidup ini. Tentu tidak akan ada penyesalan sedikitpun........Pada dasarnya tidak ada yang bisa menghapus suara hati nurani yang selalu mengatakan kebenaran disetiap hal yang kita lakukan.
Selengkapnya....
Selengkapnya....
Friday, May 29, 2009
....Renungan....
...Kemarin siang datang ke poli gigi dan mulut...seorang anak muda...
...masih 17 tahun umurnya....
dengan penampilan yang sederhana...
..."bu saya mau cabut gigi"...katanya..
..."ayo masuk dan duduk dulu ya"...kataku..
tak lama saya periksa gigi mana yang mau dia cabut...kemudian saya suntik ( setiap pasien yang datang tidak pernah saya biarkan mereka menunggu, selalu saya kerjakan saat itu juga )
bagi saya lebih cepat pekerjaan selesai lebih baik...toh pasien saya juga tidaklah banyak......Sambil menunggu anestesi bekerja, saya mengajak ngobrol anak laki2 itu..
"kamu kelas berapa?"..tanyaku...
"saya tidak sekolah bu"..jawabnya...
"cuma lulus SMP kah?"...tanya saya lagi..
"ndak bu hanya SD" jawabnya singkat..
"lho kenapa hanya sampai SD?"...
"Iya bu gantian dengan adik2 saya"...jawabnya...(sekilas saya liat matanya berkaca2)
"ohh..memang adikmu berapa?....
"4 bu"..
"mmm...kamu anak pertama ya.."..
"iya..."..jawabnya...lagi..
"sekarang kegiatanmu apa?"..
"berladang bantu2 emak aja"...terangnya...
Sungguh miriskan???!!...mungkin BANYAK anak2 seusia dia yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akhirnya mereka hanya mengenyam pendidikan seadanya...padahal mungkin cita2nya setinggi langit...TAPI apa daya....
lalu mereka hanya bisa pasrah dan mengubur cita2 mereka dalam2...
anak2 yang tidak beruntung..
disamping itu biaya pendidikan yang semakin meroket!!!!...
siapakah yang harus bertanggung jawab??... mudah2an pemerintah dan dunia pendidikan lebih konsen..menyaring anak2 miskin yang tidak memiliki biaya....mereka adalah aset2yang perlu diselamatkan...
haruskah si miskin harta kemudian harus miskin ilmu pula..
kapan mereka mendapat perhatian sehingga bisa KELUAR dari LINGKARAN KEMELARATAN DAN KEBODOHAN...
Selengkapnya....
...masih 17 tahun umurnya....
dengan penampilan yang sederhana...
..."bu saya mau cabut gigi"...katanya..
..."ayo masuk dan duduk dulu ya"...kataku..
tak lama saya periksa gigi mana yang mau dia cabut...kemudian saya suntik ( setiap pasien yang datang tidak pernah saya biarkan mereka menunggu, selalu saya kerjakan saat itu juga )
bagi saya lebih cepat pekerjaan selesai lebih baik...toh pasien saya juga tidaklah banyak......Sambil menunggu anestesi bekerja, saya mengajak ngobrol anak laki2 itu..
"kamu kelas berapa?"..tanyaku...
"saya tidak sekolah bu"..jawabnya...
"cuma lulus SMP kah?"...tanya saya lagi..
"ndak bu hanya SD" jawabnya singkat..
"lho kenapa hanya sampai SD?"...
"Iya bu gantian dengan adik2 saya"...jawabnya...(sekilas saya liat matanya berkaca2)
"ohh..memang adikmu berapa?....
"4 bu"..
"mmm...kamu anak pertama ya.."..
"iya..."..jawabnya...lagi..
"sekarang kegiatanmu apa?"..
"berladang bantu2 emak aja"...terangnya...
Sungguh miriskan???!!...mungkin BANYAK anak2 seusia dia yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akhirnya mereka hanya mengenyam pendidikan seadanya...padahal mungkin cita2nya setinggi langit...TAPI apa daya....
lalu mereka hanya bisa pasrah dan mengubur cita2 mereka dalam2...
anak2 yang tidak beruntung..
disamping itu biaya pendidikan yang semakin meroket!!!!...
siapakah yang harus bertanggung jawab??... mudah2an pemerintah dan dunia pendidikan lebih konsen..menyaring anak2 miskin yang tidak memiliki biaya....mereka adalah aset2yang perlu diselamatkan...
haruskah si miskin harta kemudian harus miskin ilmu pula..
kapan mereka mendapat perhatian sehingga bisa KELUAR dari LINGKARAN KEMELARATAN DAN KEBODOHAN...
Selengkapnya....
Subscribe to:
Posts (Atom)
