Monday, December 15, 2008

Fluoridasi untuk kekuatan tulang dan gigi

Sejak aku datang dan tinggal di west borneo ini sungguh aku merasa prihatin dengan kondisi kesehatan Gilut (gigi dan mulut) penduduk disekitarnya.Terutama masyarakat disekitar puskesmasku berada.Betapa tidak,banyak sekali aku jumpai pada usia sekitar 8-10 th gigi molar pertama dewasa mereka atau gigi geraham pertama mereka dalam kondisi siap untuk dicabut.Hal ini berdasarkan survei yang saya lakukan ketika melaksanakan Program Usaha kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).Jika boleh dirata2 dan benar2 dilakukan pengamatan,jumlah siswa dengan kondisi gigi geraham pertama dewasa yang sudah rusak adalah lebih dari 50% dari keseluruhan jumlah siswa kelas 1 di 13 SD yang kami bina dalam kegiatan UKGS tersebut.Jumlah yang memprihatinkan bukan??
Gigi geraham pertama adalah gigi yang pertama kali tumbuh pada umur sekitar 6-7 th,apabila dalam kurun waktu kurang dari 2 th gigi tersebut sudah harus dicabut,bisa dibayangkan bahwa kelak anak2 tersebut akan hidup tanpa gigi geraham selama sisa umur mereka???!!..wow...bagaimana hidup tanpa gigi geraham??selain tidak bisa mengunyah dengan nyaman,tentu lama kelamaan struktur wajah akan berubah,karena tanpa dukungan dari gigi geligi maka dimensi wajah kita akan turun,sehingga terjadi kerutan2 diwajah kita.So..penampilan jadi lebih tua bukan??!!
Memang saya akui mencabut gigi2 geraham dari beberapa pasien di Kalbar khususnya ditempat saya bertugas dengan ketika saya masih berada di pulau Jawa sangat berbeda.Sepertinya densitas atau kepadatan tulang antara orang Jawa dan orang Kalbar berbeda (mungkin perlu penelitian lebih lanjut).Sulit sekali mencabut gigi terutama molar pada orang Jawa dibandingkan dengan orang Kalbar.Tentu hal ini bisa saya rasakan karena saya sudah 5 th berada disini dan sebagian besar tugas saya disini adalah melakukan pencabutan.
Hal itu bisa dimaklumi kenapa kondisi tulang dan gigi mereka demikian,perlu diketahui bahwa sebagian besar dari penduduk disini menggunakan air hujan untuk konsumsi hidup sehari2.Air hujan meskipun merupakan air bersih dan aman untuk diminum,tetap tidak terdapat kandungan flour didalamnya,yang sebenarnya sangat diperlukan untuk menunjang densitas tulang dan gigi,sehingga mudah keropos ditunjang dengan minimnya pengetahuan tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut.Sebagian dari masyarakat disini lebih memilih mencabut giginya ketika sedang dalam sakit kemudian memakai gigi palsu,daripada mempertahankan gigi asli mereka.Bagi mereka gigi yang sakit membawa masalah saja,dengan dicabut maka selesai sudah masalah tersebut.
Bahkan sering saya yang lebih ingin mempertahankan gigi asli mereka dengan menyarankan untuk dilakukan perawatan dan penambalan,tetapi sebagian tetap ngotot untuk mencabut giginya.Mungkin itu PR untuk saya agar mereka mengubah pola pikirnya bahwa gigi asli pasti LEBIH BAIK daripada gigi palsu.
Andaikan disini bisa dilakukan fluoridasi air minum seperti di luar negeri,perlu diketahui bahwa di Inggris tepatnya di kota Birmingham fluoridasi air minum telah dilakukan sejak pertengahan tahun 60-an.
Fluoridasi air memang pada dasarnya meningkatkan ketahanan jaringan gigi yang terbentuk dari serangan karies,dan memungkinkan terciptanya perlindungan yang sangat lama.Selain itu permukaan email akan lebih resisten terhadap karies dengan hadirnya fluor.Kadar fluor yang baik bagi kesehatan gigi adalah 1 ppm (part per million).Kadar fluor dibawah 1 ppm akan meningkatkan resiko terjadinya karies,sedangkan jika lebih dari 1 ppm justru akan menimbulkan kecacatan pada email (motled enamel).
Mungkin fluoridasi air minum merupakan suatu hal yang masih jauh dari pemikiran pemerintahan disini,karena efeknya tidak bisa langsung dirasakan.Keputusan melakukan fluoridasi air minum masih belum merupakan prioritas utama.
Tetapi masih ada upaya dari pemerintah disini dengan proses fluoridasi,yaitu dengan memberikan tablet fluor untuk sekolah2,walaupun dengan jumlah yangterbatas.
Adapun tablet fluor yang diberikan oleh dinas kesehatan setempat mengandung sodium fluorida 1,12 mg setara dengan fluor 0,5 mg.Fluor bekerja secara sistemik dan topikal dengan meningkatkan ketahanan gigiterhadap kelarutan asam (acid disolution),meningkat remineralisasi dan dengan menghambat proses kariogenik oleh mikroba.diserap dengan baik dan cepat,terutama ditimbun sebagai apatiti di dentin dan email,juga dalam tiroid dan ginjal.Ekskresi berlangsung melalui ginjal dan dapat pula melalui keringat pada transpirasi berlebihan.
Dosis pada fluor tablet:
- kandungan fluor dalam air minum/makanan 0,3 ppm-untuk anak berumur dibawah 2 th 0,05 mg
- kandungan fluor dalam air minum/makanan 0,3 ppm anak dibawah 2 th- 0,25 mg,umur 2-3 th- 0,5 mg,umur 4-12 th- 1 mg
- kandungan fluor dalam air minum/makanan 0,3-0,7 ppm anak umur dibawah 2 th- 0,125 mg,umur 2-3 th- 0,25 mg,umur 4-12 th- 0,5 mg.
- kandungan fluor dalam air minum/makanan 0,7 ppm maka obat jangan diberikan
- obat diberikan sekali sehari menjelang tidur,tablet dihisap sebelum kemudian ditelan.
Pemakaian akan optimal efeknya apabila diberikan minimal selama 2 th secara terus menerus.
Selain fluoridasi air minum,pemberian tablet fluor, fluorisasi juga bisa diberikan secara topikal dan dapat juga di tambahkan pada kandungan pasta gigi.


0 comment: