Setelah sekian lama,aku mulai menyukai pekerjaanku. Bekerja ditempat yang cukup sederhana,yang awalnya merupakan daerah terpencil. Teringat 6 tahun silam ketika saya dan suami mensurvei tempat yang akan saya jadikan untuk PTT. Wah...jauuuuhhh dan jalannya...duuuuhhhh!!!.....ga da sama2nya dengan ditempat saya selama ini hidup,Surabaya dan Mojokerto tentunya. Sudah terbayang bagaimana saya mesti berjuang untuk harus rajin dan ga males pergi kesana.
Tapi daripada dirumah dan ilmu yang saya dapat sia2, maka saya mengambil keputusan untuk menandatangani surat perjanjian kerja, bahwa saya bersedia berada di tempat itu sesuai dengan aturan yang ada.Setiap hari saya berusaha untuk datang,walaupun waktu itu saya sedang mengandung 6 bulan anak pertamaku dan hanya memakai motor. Jarak sekitar 30 km dari rumahku untuk sampai ke puskesmas tempat tugasku, melewati sekitar 22 jembatan dan kondisi jalan yang tidak mulus..WOOOWWW...I'm a fighter deuhhh!!!!. Jujur pertama sekali masih ada rasa ngeri dengan kondisi jalan yang harus saya lewati, selain tidak terlalu rame dan jarak yang jauh sempat menciutkan nyaliku. Tapi dengan Bismillah...saya membulatkan tekat. Dan Alhamdulillah ternyata tidak sesepi yang saya bayangkan perjalanan yang aku tempuh, masih bertemu lalu lalang motor dan sesekali mobil. Sekian tahun telah berlalu...sampai kemudian di awal tahun 2006 aku diangkat CPNS dan kemudian PNS, tak terasa sudah hampir 6 tahun pengabdian ini dan aku mulai mencintai segala kondisi lingkungan kerjaku apa adanya.Yang jelas aku menyukai kepolosan anak2 Sekolah Dasar yang saya bina. Saya menyukai kepolosan mereka dan bahagia melihat mata mereka yang berbinar2 ketika aku dan perawat gigiku mengajak mereka menggosok gigi bersama2. Terbayang ketika saya kecil, bahwa saya juga senang jika ada orang yang memberi kami penyuluhan di sekolah kami. Anak2 selalu tertarik akan hal2 yang baru bukan??!!
Saya selalu bermimpi bisa memberikan sikat gigi dan gelas kumur gratis kepada mereka, memberikan penyuluhan dengan memakai poster2 yang menarik buat mereka. Ah...anak2 itu tidak seberuntung anak2 dikota,dengan berbagai fasilitas pendidikan yang sangat menunjang. Sementara anak2 desa ini,sudah bisa pergi kesekolah saja untung. Kadang saya merenung...,mungkin saya bukan seorang dokter yang berpraktek di sebuah klinik atau rumah sakit dengan fasilitas yang mewah dan canggih. Tapi saya sangat bersyukur bisa melihat dan bisa selalu mengucap syukur bahwa kehidupan ketika saya kecil dan juga kehidupan anak2 saya jauh lebih baik dibandingkan mereka. Pengalaman batin yang tidak setiap orang bisa merasakannya.
Dan bagi saya tidak ada yang lebih nikmat selain bekerja ditempat saya sekarang berada. Tuhan telah memberikan yang terbaik buat saya. Jika mungkin sekarang program2yang saya berikan dan ajukan belum MENYENTUH, orang2 besar diatas sana, mudah2 kelak di kemudian hari pintu hati mereka akan terbuka. Atau sesekali turun ke lapangan melihat realita yang ada, betapa beratnya membawa misi INDONESIA SEHAT 2010!!!!!!! Dan rasanya tidak perlu terlalu muluk2 kita berslogan, yang penting adalah bekerja nyata secara baik dan benar. Bahwa masih banyak yang perlu dibenahi dalam organisasi kesehatan di Indonesia. HEAL THE WORLD MAKE IT BETTER PLACE...FOR YOU AND FOR ME AND THE ENTIRE HUMAN RACE...THERE ARE PEOPLE DYING IF YOU CARE ENOUGH FOR THE LIVING MAKE A BETTER PLACE FOR YOU AND FOR ME.........
Jalan Kaki Jilid 2 Payangan – Denpasar
3 days ago

3 comment:
Interesting story, dok. Btw, dokter tugasnya mmg di puskesmas mana?
di Puskesmas Punggur kabupaten Kubu Raya Pontianak Kalbar....setiap pekerjaan harus kita lakukan dgn sungguh2.seperti kata pak Habibie,hampir semua pekerjaan yg beliau lakukan kurang beliau sukai,tetapi tetap dilaksanakan dengan sungguh2 dan sepenuh hati.The great person!!! :)
salam kenal ya mba, sy base di jkarta mba. Smpt d nad n nunukan, klo ke pontianak blm perna, blm ada ksmpatn ;p
Anyway, mba dani (mba sapa ni sy manggilnya?) bacaannya luas jg, moga mba jg bs spt p habibie..
Post a Comment