Monday, July 27, 2009

Jalan-jalan Sendiri

Setelah mengikuti ujian PPDGS Unair pada tanggal 6-7 Juli 2009 kemarin, sambil menunggu hasil pengumumannya saya menyempatkan diri untuk sekedar berjalan2 melepas rasa penasaran saya pada jembatan Suramadu yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura. Setelah melewati proses pengerjaan yang lama, jembatan yang dibangun pada pertengahan tahun 2002 pada masa pemerintahan presiden Megawati Soekarno Putri dan diresmikan oleh presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 selesai akhirnya bisa dinikmati oleh masyarakat. Panjang jembatan yang merupakan jembatan terpanjang se Asia Tenggara ini tepatnya sekitar 5,438 km ( wow...panjang juga ya!!!). Begitulah walaupun belum bisa melewati Golden Gate bridge di California yang menghubungkan antara kota San Fransisco dengan kabupaten Marin, California namun saya sudah cukup berbangga hati bisa melewati Suramadu. Perlu di ketahui, ternyata Suramadu Lebih panjang dibandingkan Golden Gate yang cuma2,227 km tersebut. Walaupun Jembatan ini di bangun dengan bantuan dan dikerjakan oleh tenaga ahli dari negeri bambu (jadi mana peran para insinyur kita???!!), tetap ada rasa bangga juga mempunyai Suramadu. Untuk melewatinya kita perlu membayar 30 rb untuk mobil, jadi pulang pergi 60 rb, mahal juga ya??!! Namun sangat disayangkan setelah mencapai Madura tidak ada atau belum ada pemandangan menarik yang bisa dilihat atau tempat rekreasi yang bisa dikunjungi selain tanah disana yang kering, jadi begitu sampai keseberang akhirnya kita hanya mencari tempat putar mobil untuk kembali ke Surabaya. Mudah2an kedepan sudah ada hal yang menarik yang bisa di suguhkan oleh pemerintah setempat, karena jembatan ini merupakan salah satu obyek wisata yang menarik juga. Yang menarik lagi adalah membandelnya para penyeberang yang memarkir kendaraan mereka untuk sekedar mengambil gambar, sebenarnya hal itu dilarang karena bisa mengakibatkan kemacetan lalu lintas disana. Bahkan bisa2 para pengendara tersebut kena tilang jika masih melanggar ketentuan yang ada. Tapi mau bagaimana lagi, rasa ingin mengabadikan moment selama berada di atas jembatan itu membuat saya tetap nekat juga mengambil gambar di sana (melanggar koq bangga!!),toh saya hanya sebentar saja dan kebetulan lalu lintas sedang sepi2nya. Pada saat melewati titik tertinggi dari jembatan itu kita bisa melihat pulau Madura dari kejauhan dan begitu juga sebaliknya, ketika dari Madura kita bisa melihat Surabaya. Mungkin lebih indah jika kita lihat di malam hari, karena disertai dengan sinar lampu2 yang ada. Begitulah pengalamanku selama melewati Suramadu, yang pada saat kampanye pilpres kemarin juga tak lepas untuk menjadi rebutan tentang cermin keberhasilan para capres tersebut. Yang jelas mudah2an Suramadu tetap terjaga dan terawat keberadaannya sehingga menjadi aset yang selalu bisa dibanggakan. Selain ke Suramadu saya juga berkunjung ke kebun teh Wonosari Lawang, sayangnya anak2 tidak ikut jadi rasanya masih ada saja yang hilang. Disana kita bisa menikmati sejuknya udara dan indahnya pemandangan perkebunan teh serta berkeliling kebun dengan mengendarai kereta yang disediakan dengan membayar tarif 5 rb per orang. Selain itu disediakan area berenang baik itu air dingin dan air panas, kita juga bisa mencoba mengendarai kuda, dan juga menyewa tempat untuk berkaraoke atau berkeliling taman bermain dengan menyewa mobil2an kecil dengan tarif 10 rb per mobil (sayangnya saya tidak memiliki gambarnya). Cukup mengasyikkan sebagai salah satu alternatif tempat berlibur bersama keluarga, kita bisa hanya sekedar duduk2 santai sambil menikmati jagung bakar aneka rasa, sekedar makan makanan yang disediakan oleh kantin yang ada dan selain itu bisa membawa pulang oleh2 teh produksi Wonosari yang disediakan koperasi pabrik teh tersebut. Di koperasi itu kita bisa membeli berbagai macam rasa teh khas wonosari dengan harga yang bervarisai dan tidak mahal. Hanya saja akses menuju kesana saya rasa kurang lebar saja jalannya, sehingga agak susah juga untuk 2 mobil saling berpapasan, mesti bersabar dan berhati2, serta pemandangan menuju kesana kurang mendukung karena sudah penuh sesak dan padat oleh rumah2 penduduk Namun jika nanti pulang ke Sidoarjo lagi saya tetap berencana mengajak suami dan anak2 kesana. Pulang dari Wonosari saya menyempatkan diri menengok danau lumpur Lapindo, setelah beberapa kali saya pulang baru kali ini saya bisa menengoknya, saya tiba di Porong menjelang maghrib jd suasana sudah mulai gelap. Untuk naik ketanggulnya kita perlu memberikan sumbangan sebesar 5 rb per orang. Cukup tinggi juga tanggul yang kita naiki sekitar 6 meter mungkin, dari seberang jalan sudah tercium bau gas yang begitu menyengat. Setelah kita mencapai bibir tanggul, terhampar danau yang lebih mirip lautan karena pandangan kita bebas tak melihat tepian danau, seperti berada ditepi laut. Pusat semburan masih terlihat aktif mengeluarkan isi bumi, lumpur Lapindo sudah berumur sekitar 3 tahun lebih. Kita tidak tahu sampai kapan akan berhenti. Bahkan daerah diseberang lumpur ini sudah muncul semburan baru dirumah salah satu warga ( sangat mengerikan membayangkan seandainya semburan itu terus meluap dan tidak bisa dihentikan). Demikian jalan2 yang sudah aku lakukan bersama ke2 orang tuaku selepas ujian yang sudah aku tunggu2 selama ini, sambil menyelam minum air walaupun tanpa anak2 dan suami........


3 comment:

Putie said...

ini tia yang dulu di smp 252 jakarta timur??

Easy Firmanz said...

halo Dani,
1. aku kaget waktu buka blogku yg udah lama bgt aku anggurin...ternyata ada dikau koment disalahsatu tulisanku.
thanks.
2. wah asiknya jalan2,jadi pengen nih..apalagi ke kebun teh wonosari,pgn kesana suatu saat.

thanks infonya,ayo nulis lagi.

Mawardi said...

Ass.Jalan-jalan sambil mengagumi kebesaran jauh lebih nikmat ya